-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harapan Baru di Atas Aek Nabara: Satgas Yonzipur 1/DD Rajut Kembali Nadi Kehidupan Warga Marancar

| Januari 07, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Tapanuli Selatan – Riuh suara mesin dan denting besi mulai memecah kesunyian di Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (6/1/2026). Di bawah terik matahari, puluhan prajurit dari Satgas Yonzipur 1/DD tampak bahu-membahu menyusun rangka baja. Mereka tidak sedang membangun benteng pertahanan, melainkan sedang merajut kembali "nadi kehidupan" warga yang sempat terputus.

Pasca banjir bandang menerjang, Jembatan Aek Nabara yang menjadi tumpuan utama masyarakat kini tampak merana. Meski beton utamanya masih berdiri kokoh, akses jalan sepanjang 24 meter di sekelilingnya amblas ditelan arus. Akibatnya, kendaraan roda empat terhenti total, memaksa warga untuk bergantung pada sistem buka-tutup yang melelahkan bagi kendaraan roda dua.

Namun, secercah harapan mulai muncul ketika 22 personel Satgas Yonzipur 1/DD tiba di lokasi. Di bawah komando Lettu Czi Suyono, para prajurit ini mulai memasang jembatan Bailey—sebuah jembatan rangka baja portabel yang akan menjadi penyambung langkah warga Desa Aek Nabara menuju Desa Batu Satail di Kecamatan Sipirok.

“Ini bukan sekadar soal menyambung besi, tapi soal memastikan anak-anak bisa ke sekolah dengan aman dan hasil bumi warga bisa kembali dipasarkan tanpa hambatan,” ujar Lettu Czi Suyono di lapangan sembari menyeka keringat.

Jembatan Bailey yang dipasang memiliki panjang 24 meter dengan kapasitas beban hingga 10 ton. Kehadirannya diproyeksikan menjadi penyelamat mobilitas warga yang selama ini terisolasi dari akses logistik kendaraan besar.

Di sekitar lokasi pengerjaan, para prajurit juga mulai mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara. Mereka berkomitmen untuk tetap berada di lokasi hingga jembatan ini siap dilalui. Pemasangan rambu-rambu pun dilakukan dengan teliti demi menjamin keselamatan warga yang melintas di sekitar area proyek.

Bagi masyarakat Marancar, setiap kepingan baja yang dipasang oleh Satgas Yonzipur 1/DD adalah simbol kepedulian. Di tengah duka akibat bencana, jembatan ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendirian. Dengan dimulainya pekerjaan ini, warga kini menatap hari esok dengan lebih optimis, menanti saat di mana roda kendaraan mereka bisa kembali berputar lancar di atas aliran Aek Nabara.

Sumber: Pendam I/BB
Editorv Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update