MedanEkspress | Padangsidimpuan – Di tepian Sungai Aek Sibontar, deru mesin excavator memecah kesunyian Desa Lubuk Manik pada Senin pagi (5/1/2026). Bagi warga setempat, suara bising alat berat itu bukanlah gangguan, melainkan melodi harapan. Sejak bencana memutus jembatan utama, denyut nadi ekonomi dan aktivitas sosial warga Desa Lubuk Manik dan Desa Lubuk Raya seolah terhenti.
Namun kini, wajah-wajah lelah mulai berganti optimisme. Personel TNI dari Kodam I/Bukit Barisan (Zidam I/BB dan Yonzipur 1/DD) bahu-membahu bersama warga memulai pembangunan Jembatan Armco. Proyek ini bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan jembatan yang menghubungkan kembali mimpi-mimpi warga yang sempat terisolasi.
Di bawah komando instruksi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, para prajurit bekerja tanpa kenal lelah. Mereka melakukan pembersihan material sungai yang menyumbat dan mulai memasang konstruksi jembatan.
Meski saat ini progres fisik baru mencapai 25 persen, kehadiran para prajurit di lapangan memberikan rasa aman bagi masyarakat. "Akses ini sangat vital bagi kami. Tanpa jembatan, anak-anak sekolah dan petani harus memutar jauh atau bahkan terhenti kegiatannya," ujar salah seorang warga yang menyaksikan proses pengerjaan.
Untuk sementara, akses kendaraan memang ditutup total demi percepatan pembangunan. Jalur alternatif menjadi pilihan utama meski membutuhkan waktu lebih lama. Personel Kodim 0212/Tapanuli Selatan pun terus bersiaga memberikan imbauan kepada warga agar tetap bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.
Pemerintah Kota Padangsidimpuan turut andil dengan mengerahkan alat berat eksavator untuk mempercepat penimbunan jalan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kesulitan pascabencana, solidaritas tetap berdiri kokoh.
Kini, warga Desa Lubuk Manik hanya perlu menunggu sedikit lebih lama. Saat Jembatan Aramco ini rampung sepenuhnya, Sungai Aek Sibontar tidak lagi menjadi pemisah, melainkan saksi bisu kembalinya kehidupan yang normal dan lancar bagi dua desa yang saling bertetangga ini.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
