-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Senyum di Balik Tenda Pengungsian: Saat Prajurit TNI Merapikan Mimpi Anak-Anak Tapanuli Utara

| Januari 05, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Taput – Di antara barisan tenda darurat dan sisa-sisa trauma pascabencana, sebuah pemandangan hangat menyeruak di Desa Sibalanga dan Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Bukan deru mesin berat atau baris-berbaris formal, melainkan bunyi klik gunting dan tawa renyah anak-anak yang memenuhi udara pada Sabtu pagi (3/1/2026).

Menjelang kembalinya aktivitas sekolah pada 5 Januari mendatang, personil Kodim 0210/Tapanuli Utara menanggalkan sejenak tugas berat mereka untuk menjadi "tukang cukur dadakan". Program cukur rambut gratis ini digelar khusus bagi anak-anak pengungsi agar mereka bisa kembali ke bangku sekolah dengan kepala tegak dan penampilan rapi.

Bagi anak-anak di pengungsian, kehadiran para prajurit dengan sisir dan gunting ini bukan sekadar urusan kerapian. Ini adalah tentang mengembalikan martabat dan keceriaan yang sempat terenggut bencana.

Bendris Sitompul, salah satu bocah di pengungsian, tak henti-hentinya berkaca di cermin kecil setelah rambutnya selesai dipangkas. Senyum lebar menghiasi wajahnya yang sempat muram.
“Terima kasih bapak Tentara, jadi makin ganteng dan semangat sekolah,” ujarnya dengan nada riang yang menular ke pengungsi lainnya.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan cara TNI untuk menyentuh sisi emosional masyarakat, terutama anak-anak. Di tengah situasi sulit, kehadiran fisik dan perhatian kecil seperti ini diharapkan mampu menyembuhkan luka psikologis (trauma healing) yang mereka alami.
“Kami ingin mereka merasa tidak sendirian. Dengan penampilan yang rapi, kami berharap tumbuh rasa percaya diri dan semangat baru untuk menyambut semester sekolah yang akan dimulai lusa,” ungkap Kolonel Asrul.

Melalui kegiatan potongan rambut ini, para prajurit TNI seolah sedang merapikan kembali harapan-harapan kecil yang sempat berantakan akibat bencana. Hari itu, di bawah atap posko pengungsian, anak-anak Tapanuli Utara tidak hanya mendapatkan rambut yang rapi, tetapi juga keberanian untuk kembali bermimpi di tengah keterbatasan.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update