MedanEkspress | Tapteng - Suasana mencekam menyelimuti Kelurahan Tukka saat hujan deras tak berkesudahan memicu luapan sungai yang mengganas pada Kamis sore (12/2/2026). Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menjadi urat nadi warga setempat, kini dalam kondisi kritis setelah dihantam material kayu yang terbawa arus banjir bandang.
Detik-detik menegangkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketika debit air hulu sungai melonjak drastis secara tiba-tiba. Material sampah kayu yang menghantam badan jembatan terdengar mengerikan di tengah kegelapan malam sebelum hujan akhirnya mereda pada pukul 20.00 WIB.
Hasil monitoring darurat yang dilakukan personel TNI dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah mengungkapkan kerusakan yang mengkhawatirkan. Kabel seling baja bagian bawah dilaporkan terlepas dari bautnya, sementara besi pagar pelindung tampak ringsek dan patah akibat hantaman benda tumpul dari aliran sungai.
Meski jembatan belum sepenuhnya terputus, kondisinya yang kini goyah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Di sisi lain, luapan banjir juga ikut merendam pemukiman warga di sekitar bantaran sungai dan meninggalkan material lumpur cukup tebal.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan bahwa personel TNI di wilayah setempat disiagakan guna terus memantau situasi dengan ketat. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan utamakan keselamatan saat melintas," tegasnya, dilansir dari keterangan resmi Pendam I/BB.
Hingga saat ini, warga diimbau untuk waspada penuh, mengingat cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu bisa kembali memicu amarah sungai dan meruntuhkan akses satu-satunya di wilayah tersebut.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
