-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Satgas Kodam I/BB Tuntaskan Mahakarya Jembatan Gantung Perintis di Sarudik

| Maret 09, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Tapteng – Di atas aliran sungai yang membelah Desa Sipan, sebuah "urat nadi" baru telah lahir. Bukan sekadar konstruksi baja dan beton, Jembatan Gantung Perintis Garuda yang baru saja dirampungkan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan, Minggu (8/3/2026), adalah jawaban atas penantian panjang warga Kecamatan Sarudik akan akses yang layak dan aman.

Penyelesaian proyek ini menandai keberhasilan TNI dalam mengintegrasikan kecepatan operasi militer dengan presisi teknik sipil di medan yang menantang. Proses pembangunan jembatan sepanjang 120 meter ini bukanlah perkara mudah. Sejak tahap awal, personel gabungan dari Koramil 03/Pandan, Yonif 125/SMB, dan Yon Arh 11/WBY harus bergelut dengan sisa-sisa struktur lama. 

Pemotongan tiang besi tua dan penggalian lubang pondasi sedalam hitungan meter menjadi titik krusial guna memastikan jembatan baru ini mampu menopang beban mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Di bawah supervisi teknis dari Pusziad dan Zibang Sibolga, setiap detail konstruksi diawasi dengan ketat. Pemasangan mal pondasi dan perakitan struktur baja dilakukan dengan perhitungan matang, mengingat jembatan ini akan menjadi jalur utama bagi aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Sipan.

Keberhasilan ini tak lepas dari ketelitian pada fase akhir pengerjaan. Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa Satgas tidak hanya mengejar fungsionalitas, tetapi juga ketahanan dan estetika. Pengecatan tiang pilon, tembok, dan lantai jembatan dilakukan bukan sekadar untuk keindahan, melainkan sebagai lapisan pelindung utama terhadap korosi di lingkungan yang lembap.

Penyempurnaan akses masuk dan perapian pagar pengaman menjadi sentuhan akhir yang memastikan warga—mulai dari anak sekolah hingga petani—dapat melintas tanpa rasa khawatir. Dengan lebar 2,5 meter, jembatan ini kini cukup lapang untuk menunjang distribusi hasil bumi yang selama ini terhambat pascabencana.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han)., menegaskan bahwa proyek ini adalah manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat. “Kami tidak hanya membangun jembatan, kami membangun kembali kepercayaan diri masyarakat pascabencana. Infrastruktur ini adalah kunci agar roda perekonomian warga Desa Sipan kembali berputar lebih cepat dan lebih aman dari sebelumnya,” tegas Kolonel Asrul.

Kini, saat mentari terbit di ufuk Tapanuli Tengah, Jembatan Perintis Garuda berdiri tegak sebagai simbol pemulihan. Ia adalah mahakarya yang lahir dari tangan-tangan prajurit dan dukungan rakyat, membuktikan bahwa bencana boleh saja memutus jalan, namun semangat gotong royong akan selalu mampu menyambungnya kembali.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update