MedanEkspress | Deli Serdang – Kabar miring yang sempat viral di platform TikTok dan media online terkait dugaan keterlibatan oknum TNI-AD dalam aktivitas perjudian dadu putar di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan penyelidikan mendalam di lapangan, tuduhan tersebut dipastikan tidak berdasar dan diduga sengaja diembuskan untuk kepentingan tertentu.
Pada Sabtu (25/4/2026), sebuah tim telah diterjunkan untuk menyisir lokasi yang dituduhkan di Desa Bandar Meriah. Hasilnya mengejutkan; aktivitas perjudian dadu putar yang dinarasikan sebagai kegiatan masif ternyata sudah berhenti total sejak dua minggu lalu.
SS, seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang keliling di desa tersebut, menjelaskan bahwa permainan dadu yang sempat ada bukanlah kegiatan terorganisir di bawah bekingan militer, melainkan fenomena sosial-budaya.
"Itu sudah tutup dua minggu. Perlu dipahami, bagi kami suku Karo, permainan seperti itu terkadang muncul spontan di warung kopi saat ada pesta adat atau suasana kemalangan. Itu tradisi turun-temurun, bukan operasi besar yang dikelola oknum tentara," tegas SS.
Klarifikasi utama dalam penyelidikan ini tertuju pada sosok Koptu ES, atau yang akrab disapa Papang. Nama personel TNI ini kerap diseret dalam narasi berita viral karena keberadaannya yang sering terlihat di lokasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan alasan yang sangat manusiawi: Koptu ES adalah putra asli Desa Bandar Meriah. Lebih dari itu, warung kopi yang dituduh sebagai lokasi judi adalah milik kakak kandungnya sendiri.
"Hanya karena dia sering datang ke warung kakaknya, lalu muncul asumsi negatif. Padahal dia pulang kampung ke desa halamannya sendiri. Tuduhan bahwa dia membekingi adalah fitnah," tambah SK, seorang petani setempat yang juga menjadi narasumber investigasi.
Penyelidikan ini juga mengungkap sisi gelap di balik masifnya pemberitaan tersebut. Ada indikasi kuat bahwa viralnya berita di media sosial dan portal berita tertentu merupakan bentuk upaya mencoreng dan menjatuhkan nama baik insitusi TNI AD.
Analisa lapangan menunjukkan bahwa dengan mencatut nama besar institusi TNI-AD, berita tersebut diharapkan memiliki daya tekan yang tinggi. Namun, penyelidikan justru menemukan bahwa pengendali lapangan yang sebenarnya adalah warga sipil berinisial TG, seorang pengusaha kelapa sawit dari wilayah tetangga, bukan oknum militer dari jajaran Kodim 0204/DS.
Dengan fakta-fakta yang ditemukan, berita yang viral di media sosial tersebut terbukti sebagai narasi sepihak tanpa verifikasi yang kuat. Kondisi di Kecamatan Bangun Purba saat ini dipastikan aman dan kondusif, sementara pihak-pihak yang namanya dicatut tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk memulihkan nama baik mereka dari tuduhan yang tidak berdasar.
Sumber: Kodim 0204/DS
