MedanEkspress | Medan - Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang Macan Asia Indonesia (DPC MAI) Kota Medan mendesak Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas untuk menyelaraskan sisa realisasi anggaran tahun ini dengan program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Langkah strategis seperti pemanfaatan lahan tidur dan optimalisasi peran koperasi dinilai menjadi kunci utama dalam menerjemahkan tema HUT ke-436 Kota Medan, "Medan Tangguh, Maju untuk Semua", menjadi aksi nyata di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC MAI Kota Medan, Suwarno, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Zullifkar AB, S.T., dan Bendahara Said Ilham Assegaf, S.H., M.I.Kom. MAI Medan menekankan pentingnya akselerasi di tingkat lokal untuk program-program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi, serta ketahanan pangan kota. Meski Medan bukanlah daerah basis produksi pertanian, kata Suwarno, aspek ketahanan pangan perkotaan (urban food security) sama sekali tidak boleh dikesampingkan.
"Kita harus realistis bahwa Medan bukan kota produksi pangan. Namun, ketahanan pangan kota ini bisa kita siasati, salah satunya dengan menyisir dan memanfaatkan lahan-lahan aset milik Pemko Medan yang selama ini tidur atau tidak produktif. Jika lahan tidur itu diberdayakan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar sebagai bantalan ekonomi," ujar Suwarno dalam keterangannya di Medan, Selasa (30/6/2026).
Selain urusan sejengkal tanah dan ketahanan pangan, MAI Medan juga menyoroti pentingnya reposisi fungsi koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan. Suwarno menilai, implementasi program nasional di daerah tidak boleh berjalan secara eksklusif. Pemberdayaan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada lini baru seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), melainkan harus merangkul dan mengikutsertakan ekosistem koperasi lokal yang sudah eksis dan bertahan di tengah masyarakat selama ini.
Suwarno melanjutkan, di bawah kepemimpinan Rico Waas, Pemko Medan dinilai telah melakukan berbagai upaya pembenahan yang patut diapresiasi. Namun, MAI Medan memberikan catatan tebal mengenai pentingnya meruntuhkan ego sektoral birokrasi melalui sinergi yang lebih luas.
"Kami mengapresiasi pondasi yang telah dibangun oleh Pemko Medan di bawah kepemimpinan Pak Rico Waas. Namun, kolaborasi itu mutlak. Seperti yang kerap ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, mewujudkan program prioritas bangsa ini membutuhkan keterlibatan dan gotong royong semua pihak. Sinergi itu tidak boleh hanya sekadar jargon di atas kertas," tegasnya.
Pada bagian akhir, MAI Kota Medan mengingatkan agar pemenuhan hak-hak dasar publik seperti sektor pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan, akurasi administrasi kependudukan, hingga keterbukaan pelayanan publik tetap dijaga pada standar tertinggi.
"Seperti arahan Ketua DPD MAI Sumut Bapak M. Khalil Prasetyo, prinsipnya sederhana: apa saja yang sudah berjalan dengan baik, wajib dipertahankan dan dijaga kontinuitasnya. Mana yang masih memiliki rapor merah atau belum optimal, segera ditingkatkan di sisa waktu anggaran ini. Dengan begitu, kita bisa benar-benar melihat wujud nyata dari slogan 'Medan untuk Semua'," pungkas Suwarno.
Sumber: Humas MAI Medan
