-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

11 Rumah Hanyut Diamuk Sei Ular, Dandim 0204/DS Pimpin Langsung Evakuasi Daurat

| Oktober 29, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Galang - Malam yang senyap di sepanjang bantaran Sei Ular mendadak berubah mencekam pada Kamis subuh (29/10/2026). Sekira pukul 02.00 WIB, ketika sebagian besar warga Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi di Kecamatan Galang sedang terlelap, gemuruh air bah datang menghantam tanpa peringatan.

Banjir kiriman berskala besar dari hulu sungai di wilayah Kecamatan Bangun Purba meluap hebat. Arus yang sangat deras seketika mengikis tebing sungai, memicu longsor fatal yang merobohkan dan menghanyutkan 11 rumah warga di Dusun II Desa Bandar Kuala ke dalam gulungan air. 

Sebanyak 13 Kepala Keluarga dengan total 52 jiwa—termasuk balita dan lansia—seketika kehilangan tempat tinggal, terjebak di tengah ancaman maut dengan kerugian materiil ditaksir mencapai setengah miliar rupiah. Sementara di Dusun I Desa Titi Besi, air setinggi 60 centimeter menjebak 25 kepala keluarga di dalam rumah mereka.

Di tengah situasi kritis dan kepanikan massal tersebut, respons cepat ditunjukkan oleh jajaran TNI AD. Komandan Kodim (Dandim) 0204/Deli Serdang, Letkol Inf Wahidin Sobar, S.Sos., M.Si., langsung turun memimpin jalannya operasi penyelamatan di garis depan. Bersama Pasiter Kodim 0204/DS, Kapten Inf Warsito serta Danramil 0204-18/Galang, Kapten Inf Aris, Dandim menerobos medan ekstrim menuju titik bencana untuk memastikan keselamatan warga.

"Fokus utama kami adalah nyawa manusia. Tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal di zona bahaya," tegas Letkol Inf Wahidin Sobar saat mengomandoi personelnya di pinggiran Sei Ular yang masih bergolak.

Di bawah guyuran sisa hujan dan ancaman longsor susulan, prajurit Kodim 0204/DS bergerak cepat mengevakuasi warga yang bertahan di bibir sungai ke titik aman. Operasi kemanusiaan ini kian solid dengan diterjunkannya personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 902/Sri Paduka Gocah (SPG). Prajurit Yonif TP 902/SPG bersama personel Kodim bahu-membahu menerobos derasnya arus, memprioritaskan evakuasi balita dan lansia untuk dipapah serta digendong menembus genangan demi menekan risiko fatalitas di lapangan.

Sembari menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang tersisa, Letkol Wahidin langsung membangun posko taktis di lapangan dan mengoordinasikan perbantuan skala besar.

Langkah taktis cepat diambil. Dandim langsung menggerakkan sinergi lintas sektoral di lokasi bencana, mulai dari berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, PLN Galang untuk memutus arus listrik guna menghindari jatuhnya korban sengatan listrik, hingga menyiagakan tim medis dari Puskesmas Galang dan personel BPBD Deli Serdang.

Sadar bahwa puluhan warga kini telantar tanpa perlindungan, Letkol Wahidin bergerak cepat melakukan komunikasi darurat dengan Brigif 7/Rimba Raya. Dalam waktu singkat, perbantuan personel tambahan dan tenda-tenda darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk membangun tempat pengungsian sementara yang layak bagi para korban.

Hingga siang ini, respons kilat dan ketegasan komando dari Dandim 0204/DS beserta jajaran membuahkan hasil yang diharapkan bahwa seluruh warga berhasil dievakuasi ke tempat yang aman dan dinyatakan nihil korban jiwa. 

Di sisi lain, kendati air Sei Ular masih terpantau tinggi, kesiapsiagaan prajurit TNI di bawah komando Letkol Inf Wahidin Sobar di lokasi bencana memberikan rasa aman di tengah kedukaan mendalam warga Deli Serdang.

Sumber: Kodim 0204/DS
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update